https://i0.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/05/DSC00177.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

De Witt Pall atau Tugu Pall Putih merupakan salah satu ikon kota Yogyakarta yang juga merupakan lambang politik pecah belah zaman Pemerintahan Hindia Belanda. Oleh: Tim LBH Yogyakarta Yogyakarta akan selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Terlebih setelah resmi menyandang gelar “keistimewaan” melalui Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan D.I.Yogyakarta. Yogyakarta menjadi satu-satunya...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/06/DSC00446.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh: Yogi Zul Fadhli Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang sibuk dengan urusan pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Sarana transportasi udara yang kabarnyadiklaim bakalmembawa kesejahteraan bagi warga ini, akan berdiri persis di pinggir Pantai Selatan Pulau Jawa. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa daerah sekitar pantai lebih dekat dengan resiko terkena bencana alam...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/06/DSC00446.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh: Nuresti Tristya Astarina Puluhan wanita yang tergolong mulai dari anak-anak, remaja hingga ibu-ibu bergerombol di tepi Jalan Daendels pada Minggu (3/6/2016). Bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan serta panen raya di dusun Glagah, Temon, Kulon Progo, mereka membagikan sejumlah hasil bumi kepada setiap kendaraan yang melalui jalan. Terong, cabai, daun kangkung, oyong, dan sayuran lain...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/06/DSC00446.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Britha Mahanani Pertanian adalah salah satu matapencaharian yang menghidupi sebagian besar rakyat Indonesia. Lebih dari 50% rakyat Indonesia hidup dari matapencahariannya sebagai petani. Tak dapat dipungkiri bahwa hasil pertanian dari petani menjadi salah satu penyokong kelangsungan hidup rakyat Indonesia. Matapencaharian ini pula yang menyokong kehidupan sebagian besar warga masyarakat pesisir Kulon Progo yang...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/06/DSC00446.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Budi Hermawan Pelarangan Peninjauan Kembali dalam Perma Pil Pahit para pencari keadilan kembali harus ditelan oleh warga Wahana Tri Tunggal (WTT) yang berusaha mempertahankan tanah mereka dari perampasan atas nama kepentingan umum. Mereka yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani di Temon Kulonprogo ini ramai – ramai mendatangai Pengadilan Tata Usaha Negara Yogyakarta pada...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/06/DSC00446.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Rizky Fatahillah Rencana Pembangunan Bandara dan Kepentingan Bisnis MICE dalam Industri Pariwisata Jangan heran jika hari-hari ini begitu banyak pembangunan Hotel Berbintang, Mall dan Apartemen, khususnya di daerah Sleman dan Kota Yogyakarta. Lebih-lebih jika rencana Bandara Baru Kulon Progo benar-benar terealisasi. Bukan hanya wilayah Kota dan Sleman yang akan mengalaminya, tetapi wilayah seperti...

https://i0.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/05/DSC00085-min-1.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Nuresti Tristya A “Terlebih pekerja lain di jalanan seperti pedagang asongan, pedagang kaki lima, pengamen, mereka tak lepas dari garukan Satpol PP. Bukannya menjadap perlindungan, di Yogyakarta bahkan muncul Peraturan Daerah yang mudah menjadi legitimasi ‘penggarukan’.” Kita akrab dengan aksi demonstrasi May-Day oleh buruh setiap 1 Mei, namun yang membuat rasa penasaran membuncah,...

https://i0.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/05/DSC00085-min-1.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Istiana “Negara memang telah mengeluarkan berbagai peraturan dan regulasi yang berhubungan dengan keberadaan buruh migran, namun semuanya lebih menekankan pada aspek penempatan dan pembinaan di luar negeri.  Solusi dalam bingkai normatif yang dibangun dirasakan kurang mencerminkan kebijakan yang menyentuh perlindungan bagi buruh migran.  Paradigma perlindungan belum dikedepankan.” Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organisation/ILO)...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/05/DSC00085-min.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh: Britha Mahanani “Berdasarkan hitungan statistik yang dilakukan oleh BPS, jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2015 mencapai 28,51 juta orang, jumlah ini bertambah 780 ribu orang dibanding September 2014 sebanyak 27,73 juta orang. Untuk menentukan kategori penduduk miskin, BPS menggunakan garis kemiskinan sebesar Rp. 344.809 per kapita per bulan per bulan September 2015 untuk...

https://i1.wp.com/lbhyogyakarta.org/wp-content/uploads/2016/05/DSC00085-min.jpg?resize=1280%2C640&ssl=1

Oleh : Didik SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) “Setiap warga negara, sesuai dengan bakat, kecakapan, dan kemampuan berhak atas pekerjaan yang layak” (Pasal 38 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia) “Setiap orang berhak untuk mendirikan serikat pekerja dan tidak boleh dihambat untuk menjadi anggotanya demi melindungi dan memperjuangkan kepentingannya serta...

Jl. Benowo, Prenggan, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172